HANI 2026: Kepala BNN Tegaskan Komitmen Kawal Visi Asta Cita Presiden Prabowo demi Indonesia Bebas

Bogor, - Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen institusinya berada di garis terdepan dalam mengawal Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama gerakan ini adalah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) secara masif.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Pusat Rehabilitasi BNN Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).
"BNN berkomitmen penuh untuk berada di garis depan dalam mengawal visi dan misi Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari ancaman narkotika. Ini adalah amanat besar demi menyelamatkan generasi penerus bangsa," tegas Kepala BNN.
Baca Lainnya :
- Kapolda dan Gubernur Kalteng Tinjau Posko Karhutla di Tumbang Nusa0
- Tegas! Polda Kalteng Tetapkan Delapan Tersangka Karhutla di Tumbang Nusa0
- Kapolda Kalteng Ungkap Kronologi Tragis 3 Polisi Tewas Dikeroyok Sajam lalu Dibuang ke Sungai di Tum0
- Satresnarkoba Polres Kotim Ringkus Bandar Narkoba di Kawasan Jl Jenderal Sudirman Km 28, Barbuk 63,10
- Sabet Emas dan Perak! Tiga Pesilat SMAN 12 Semarang Unjuk Gigi di Ksatria Emas Cup V0
Dalam pelaksanaannya, ia menjelaskan bahwa strategi BNN bertumpu pada empat pilar utama. Pertama, Soft Power Approach yang menitikberatkan pada pencegahan dan rehabilitasi. Kedua, Hard Power Approach melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur.
Selanjutnya adalah Smart Power Approach yang memanfaatkan teknologi intelijen modern, serta Cooperation melalui penguatan kolaborasi internasional maupun lintas sektor di dalam negeri.
Ia menambahkan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan penanganan holistik dari hulu ke hilir. Keberhasilan menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dinilai berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Kami mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga, untuk bergerak bersama. Perang melawan narkoba adalah perang kita bersama untuk masa depan anak cucu kita," pungkasnya.
(Red/Rezha LDD)










