Tim Gabungan Lanjutkan Pendinginan Karhutla Seluas 20 Hektare di Desa Rantau Panjang

MUARO JAMBI – Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla gabungan TNI-Polri bersama regu pemadam kebakaran perusahaan dan masyarakat terus melakukan proses pendinginan lahan yang terbakar di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.
Kegiatan pendinginan dilaksanakan pada Rabu (30/9/2026) sore. Kebakaran di lokasi tersebut diketahui terjadi sejak Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±20 hektare dan berada pada vegetasi lahan gambut.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kapolsek Kumpeh Ilir AKP Sunardi, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Rantau Panjang Bripka Bambang, personel Satgas Karhutla Polres Muaro Jambi, personel TNI, serta tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dari PT PHL, PT AMK dan PT SJA, bersama Masyarakat Peduli Api (MPA).
Baca Lainnya :
- Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkanp0
- Rumah Baca Bhayangkara Bahari Polda Jambi Jadi Wadah Pembinaan Keagamaan Anak Pulau Pandan0
- Jaga Kekompakan, Kapolres Sorong Pimpin Olahraga Bersama Bhayangkari dan Sahabat Polri di Alun-Alun 0
- Karoops Polda Kalteng Tekankan Sinergi, Kesehatan, dan Patroli dalam Penanganan Karhutla0
- Perkuat Penanganan Karhutla, Polda Kalteng Produksi 1.607 Jerigen X-Fire0
Proses pendinginan dilakukan secara terpadu dengan menggunakan 5 unit mesin pompa air Honda, 9 unit mesin pompa air Robin, 5 unit nozzle Sunbut untuk penyuntikan gambut, serta 1 unit mesin air Fuso FP.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, proses pendinginan pada lahan gambut merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla untuk memastikan api dan bara di bawah permukaan benar-benar padam.
“Pada lahan gambut, penanganan tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat. Proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh dan berulang untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi kembali menjadi sumber api,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Kabid Humas menambahkan, sinergi antara TNI-Polri, pihak perusahaan dan masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terus bekerja bersama di lapangan. Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke area lainnya,” katanya.
Polda Jambi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas.
“Pencegahan merupakan langkah utama. Setiap informasi mengenai kemunculan titik api harus segera disampaikan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” pungkas Kombes Pol. Erlan.
(Bidhumas)











