Fokus Pendinginan Bara Api, Polda Kalteng Kerahkan Puluhan Kendaraan Pemadam Gempur Api di Lahan Gam

Palangka Raya - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan puluhan kendaraan pemadam dalam upaya menggempur kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Buluh Merindu, Kel. Sabaru, Kec. Sabangau, Kota Palangka Raya, Selasa (30/9/2026).
Fokus penanganan kali ini tidak hanya memadamkan api di permukaan, namun personel Satgas Karhutla Polda Kalteng lebih memfokuskan pada teknik pendinginan bara api di dalam lahan gambut.
Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat, mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa pengerahan personel dan kendaraan pemadam ini untuk mempercepat proses suplai air ke titik api yang jauh dari sumber air.
Baca Lainnya :
- Ditpolairud Polda Kalteng Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas Diduga Korban Kapal Virgo Transport 8 di 0
- Respon Cepat Laporan Warga, Tim Satreskrim Polres Raja Ampat Ringkus Sindikat Pencuri Kabel Listrik 0
- Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polda Jambi Dorong Transformasi Pelayanan Digital yang Akuntabel0
- Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI, Kapolda Jambi Bersama Forkopimda Kenang Jasa Para Pahlawan0
- Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Karhutla di Desa Rantau Panjang, Muaro Jambi0
"Untuk mempercepat pemadaman, kita kerahkan puluhan personel dan kendaraan pemadam, baik Double Cabin, maupun Car Carrier," ujar Kombes Budi
Kabidhumas menyebut, karakter lahan gambut di wilayah Sabangau memang memerlukan penanganan ekstra. Api yang terlihat padam di atas, belum tentu padam di bawah. Bara bisa bertahan hingga berhari-hari di kedalaman tanah gambut.
"Karena itu personel kita di lapangan terus melakukan pembasahan mendalam secara berulang. Selang dibentang ratusan meter dan air disemprotkan langsung ke pusat titik api untuk mematikan bara," jelasnya.
Kombes Budi menegaskan, langkah ini merupakan implementasi dari perintah Kapolda Kalteng tentang respons cepat dalam penanganan karhutla. Setiap ada titik api di lahan gambut, penanganan harus total dan tuntas.
"Selain itu, kami juga turut menempatkan personel pada titik-titik lokasi yang dinilai rawan terjadinya karhutla," tutupnya.
(Red/Rezha LDD)











