Bentengi Pelajar Raja Ampat dari Radikalisme, Satgaswil Papua Barat Densus 88 Gelar Sosbang dan Lite

Raja Ampat, - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri menggelar sosialisasi kebangsaan dan literasi digital di MTs Laguage Insan Mandiri (LIM) Kabupaten Raja Ampat, Senin (27/7/2026). Langkah strategis ini diambil untuk membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme serta dampak negatif era digitalisasi.
Kegiatan interaktif yang berlangsung di Aula MTs LIM Raja Ampat pukul 09.00 WIT tersebut mengusung tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Serta Antisipasi Bahaya Penggunaan Handphone di Lingkungan Pelajar”. Agenda ini diikuti oleh sekitar 80 siswa-siswi gabungan dari MTs Laguage Insan Mandiri (LIM) dan Madrasah Aliyah (MA) Imam Adil. Turut hadir Kepala MTs LIM Farid Wijayanto, S.Kom., Kepala MA Imam Adil Muhammad Ukuf, S.H., serta jajaran dewan guru.
Kepala Tim (Katim) Pencegahan Satgaswil Papua Barat, Ipda M. Arfa Jaya, S.H., menegaskan pentingnya menanamkan ideologi Pancasila sejak dini kepada para pelajar. Menurutnya, era digital membuat penyebaran paham radikal kerap memanfaatkan kelengahan pengguna media sosial.
Baca Lainnya :
- Pelatihan HRD yang Membantu Mencapai Target Bisnis0
- Kapolda Kalteng Instruksikan Polres Jajaran Selidiki Penyebab Karhutla0
- Polres Kotim Gelar Press Release Perkara Penganiayaan Berujung Kematian, Pelaku Berhasil Diamankan0
- Polda Kalteng Berikan Trauma Healing bagi Personel Satgas Aman Nusa II0
- Resmi Naik Tipe Jadi Polresta Karawang, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto Lantik Kombes P0
"Pelajar adalah motor penggerak daerah. Diperlukan penguatan karakter, literasi digital, dan pembinaan sikap moderat di sekolah guna menangkal doktrin yang dapat memecah belah persatuan," ujar Ipda M. Arfa Jaya.
Sementara itu, Briptu Halim Hanafi, S.H., selaku narasumber utama, mengupas tuntas ciri-ciri awal munculnya paham intoleran dan radikal. Ia memperingatkan para siswa agar bijak menggunakan ponsel pintar supaya tidak terjerumus dalam propaganda radikal di dunia maya.
"Pelajar memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan. Kami memberikan literasi digital dan panduan praktis agar mereka lebih bijak menyaring informasi di dunia maya, sekaligus mampu membawa pesan perdamaian dan toleransi," kata Briptu Halim.
Pihak kepala sekolah pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Densus 88 ini. Pembekalan wawasan kebangsaan ini dinilai sangat krusial bagi siswa-siswi yang sedang dipersiapkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Kegiatan ini menjadi panduan nyata bagi siswa untuk membentengi diri dari pengaruh negatif di dunia maya.
Melalui sinergi kuat antara pihak sekolah dan Densus 88, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Raja Ampat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter nasionalisme yang kokoh demi menjaga keutuhan NKRI.
(Red/Rezha LDD)




.jpg)





